Di bawah atap seng, suara gemericik
mengalir lembut, seakan berbisik
kepada daun-daun yang merindu basah.
Hujan pertama datang, mengetuk pelan
pada jendela yang lama tertutup debu.
Aku tersenyum, mendengar diriku bicara.
Rintik hujan di atas tanah kering,
membawa aroma yang hampir terlupa.
Kau tahu, setiap tetesnya mengingatkan
akan percakapan yang terhenti di ujung lidah.
Di luar, pohon-pohon bergoyang perlahan,
menyambut hari yang akhirnya tiba.
