Di sudut ruang yang sepi ini
aku menemukanmu terdiam
bukan dalam lamunan atau khayalan
seperti biasa, kau duduk di kursi kayu tua
membungkus diri dalam selimut malam
sambil menatap langit yang kelam
ada secangkir kopi dingin di meja
aku ambil dan hirup aroma pahitnya
terbayang cerita-cerita yang kau ukir
tentang kita dan canda tawa yang mengalir
sekali kau tersenyum dan seribu kenangan
berputar dalam benak, menari-nari
di antara bintang-bintang yang redup
masih ada harapan yang kau simpan
menunggu saatnya untuk bersinar
seperti embun pagi yang tak kunjung datang
masih setia menanti, menunggu
satu senyum yang ingin kau bagi.
