Aku mungkin hanya bisa menyusun bait-bait sunyi
Yang mengingatkanku pada langkah kita yang terhenti
Juga semua nada yang pernah kita nyanyikan bersama
Yang memaksaku untuk terus merindukanmu
Mengapa mencintaimu begitu membingungkan?
Sementara di luar sana orang-orang sibuk berdebat tentang bintang baru,
menemukan inovasi atas rahasia alam semesta,
atau teknologi yang terus melesat.
Sedang aku masih terperangkap dalam kenangan lama, luka yang tak kunjung sirna
Ada benarnya juga
apa yang selalu kita diskusikan selama ini
Mengapa kita harus berjumpa,
mengapa pula kita harus terpisah
Hidupmu melangkah menjauh dari hidupku
dan hidupku melangkah menjauh dari diriku sendiri.
Bisakah aku memandangmu dengan kebencian?
Dengan dendam?
Kau bilang itu cinta,
itulah cinta yang bersinar di mataku,
saat itu adalah luka bagiku.
Tag Puisi: cinta yang rumit
-
Rindu di Tengah Gemuruh
-
Rindu dalam Hujan
Cinta kita dimulai di bawah hujan,
Dan tumbuh subur di antara air mata dan tawa.
Jika kerinduan adalah sebuah badai,
Mengapa aku masih rela terjebak dalam derasnya…Bukan,
Bukan aku yang memilih jalan ini,
Melainkan jiwa ini yang terjerat oleh rasa padamu.
Mengapa, meski kegelisahan menyelimuti hati,
Yang menyesakkan dada,
Yang menimbulkan segudang tanya,
Menghimpun harapan yang tak terucap,
Hingga tak berdaya melawan arus rindu yang menghantam…
