Kakinya adalah gelombang yang menghantam
Telinganya adalah deru angin yang menyesakkan
Yang selalu mengoyak jiwaku,
Senyumnya adalah bayang-bayang malam
Yang menyisakan rasa hampa di relung hati.
Tatapan matanya adalah langit mendung.
Dia membiarkan aku terperosok
Dalam samudera kesepian,
Dia pergi tanpa sepatah kata,
Meninggalkan jejak yang tak terhapus,
Dia begitu dingin dan jauh
Menjauhkan aku dari hangatnya cinta.
Ku relakan kau melangkah pergi
Menuju pelukan baru di sana, ku panjatkan
Semoga kau temukan bahagia di sana.
Tag Puisi: doa untuk kebahagiaan
-
Jejak yang Terhapus
