Kasih sayang ayah menuntun langkahku di jalan yang berliku, menghapus kelamnya malam yang sunyi
Cintanya padaku tak hanya berhenti di batas waktu, melainkan terus mengalir dalam setiap detak jantungku
Jari-jariku menghitung detik yang berlalu, tanpa sadar tiba pada saat yang ku nanti
Berkah dari Yang Maha Esa terasa menyatu dengan denyut kehidupan, hingga ku panjatkan harapan tak terhingga untuk ayah
Esok, di Hari Ayah … tiada hadiah berharga untuknya
Hanya kado doa dalam sujudku yang bisa ku persembahkan untuk ayah
Walau doa yang ku rangkai tak seindah untaian kata pujangga, namun kado doa itu terhias dengan ketulusan hati
Di bawah langit berbintang, beralaskan sajadah yang bersinar
Kado doa untuk ayah ku susun dengan khusyuk sambil mengagungkan nama-Nya
Kado doa untuk ayah ku yakini sampai ke hadirat-Nya di malam yang tenang
Dari balik sinar bintang malam itu, tampak wajah ayah dipenuhi senyum bahagia dan haru
Ku peluk erat ayah sambil berbisik padanya untuk kesekian kali “Semoga Tuhan selalu menyertai ayah”
Tag Puisi: doa untuk orang tua
-
Kado dari Hati di Ujung Senja
-
Jejak di Pasir
Ombak berbisik menyentuh kaki
Gema suaramu terukir di pasir
Rasa ini mengendap…
Menghimpun kenangan di tepi laut
Saatku ceria dan penuh tawa,
Masa kecilku..
Biarlah angin menyampaikan cerita tentangmu
Bersyair indah memanggil namamu
Ibu..
Aku sangat merindukanmu
Aku rindu..
Rindu saat kita bermain bersama..
Mendengar cerita yang menenangkan hatiku..
Semoga ibu di sana merasakan kasihku
Doa anakmu yang takkan pernah pudar.
