Wahai bulan yang merindu,
Dalam sepi aku hanya menyimpan harap yang terikat,
Itupun jauh dari jalur takdir yang selalu kupegang erat dan pada akhirnya mencintaimu dalam doa yang tak henti kuucap…
Entah mimpi apa yang akan dibawa angin malam padaku,
Yang pasti aku berharap kau hadir di dalamnya,
Selamat malam,
Kekasihku,
Selamat beristirahat untukmu…
Kau tahu rindu,
Perasaan yang berkilau hangat di dalam jiwa,
Saat embun menari di sekelilingku dan tak kunjung membawa kabar tentangmu…
Tag Puisi: doa untuk yang terkasih
-
Bulan yang Terlewat
-
Peluklah Kenangan
Air mata..berhentilah mengalir
Telapak tangan usap duka
Hati..mengapa engkau merana
Karena semua takkan terulang
Takdir merajut kisah kita
Dia Yang Maha Mengetahui
Bicara hanya dalam harapan
Yang terucap pada Sang Pencipta
Ya Tuhanku
Peliharalah jiwa ini menapaki
Hidup beraneka..tabah menerima takdir
Ya Tuhanku
Temukan aku sahabat di Surga
Hingga saat itu kumohon padaMu
Peluklah suamiku
Peluklah anak-anakku
Rindu mendalam..meski terpisah
Akan selalu ku sujud padaMu
Sisa cinta yang tersisa di sini
Kan ku simpan hingga akhir waktu nanti
