Di bangku tua,
doa berbisik lembut,
ada angin berembus,
ragu melintasi daun,
sepi merayap,
di ujung mata,
bayangan tergantung.
Langit kelabu,
paku di tembok,
sekejap melintas,
mata terpejam,
mencari cahaya,
di sela harapan,
gemetar menggema.
Tangan menggenggam,
gemuruh hati,
tanpa suara,
menyusuri lorong,
meniti kerikil,
bersama napas,
bertemu cahaya.
