Gelap menyelimuti malam,
Gemuruh angin berbisik dalam jiwaku.
Hangatnya terasa.
Kesunyian merangkulku erat.
Bersama sepasang bintang yang selalu mengawasi.
Sementara mereka tertawa riang di angkasa,
Bising… menyatu dalam derasnya rasa.
Rasa yang membuatku rapuh.
Sedang kau selalu bersinar lembut menatapku.
Cahaya-Mu menyimpan sejuta cerita.
Sinar yang selalu menggores dan melukai hatiku.
Jenuh rasanya…
Namun, terlalu lemah diri ini untuk melawan.
Beralih pun aku tak sanggup.
Kau terus menemaniku dalam setiap detak jantungku.
Pasrah.. ku bersimpuh dan bersujud di hadapan-Mu,
Dengan akal yang dangkal dan gersang…
Tag Puisi: harapan di malam kelam
-
di antara bintang-bintang
-
Senyum di Ujung Malam
Di sudut ruang yang sepi ini
aku menemukanmu terdiam
bukan dalam lamunan atau khayalan
seperti biasa, kau duduk di kursi kayu tua
membungkus diri dalam selimut malam
sambil menatap langit yang kelamada secangkir kopi dingin di meja
aku ambil dan hirup aroma pahitnya
terbayang cerita-cerita yang kau ukir
tentang kita dan canda tawa yang mengalir
sekali kau tersenyum dan seribu kenangan
berputar dalam benak, menari-naridi antara bintang-bintang yang redup
masih ada harapan yang kau simpan
menunggu saatnya untuk bersinar
seperti embun pagi yang tak kunjung datang
masih setia menanti, menunggu
satu senyum yang ingin kau bagi.
