Aku melangkah di hutan kabut.
Di dunia yang penuh ilusi,
semua makhluk bersembunyi di balik dedaunan,
para pemimpin terbuat dari bayang-bayang,
figur harapan yang samar,
penegak keadilan adalah suara angin
yang tak pernah terdengar.
Aku adalah dedaunan yang terhempas,
terbawa arus sungai yang deras,
hancur saat angin berbisik.
Lalu kamu datang,
meluncur seperti cahaya pagi.
Kabut menyelimuti tanah,
tapi kamu terus melangkah,
mengajakku menari dalam hutan.
Kusadari kita adalah jiwa yang tak terikat.
Kita menyatu dalam kabut,
dan kau membawakan untukku kebebasan hutan.
