Kursi kosong di dermaga, bergetar
Di antara teriakan angin, garam laut menyengat
Suara perahu berderak, kayu tua mengeluh
Daun kelapa melambai, seolah merayu
Kau tak ada, tapi jejakmu terukir di pasir
Kemerahan senja, api menghanguskan harapan
Kau pergi sambil membawa ombak pergi
Rasa muak pada riuh, seolah terperangkap
Langkah-langkah benar-benar tak terarah di malam
Jejak sepatu, menyisakan jejak hampa
Dan kursi ini tetap membisu dalam kesedihan
Namun mungkin, bahagia terbenam dalam kesunyian
Di mana setiap kenangan menjadi pelajaran pahit
Akhirnya, semua telah terlampaui tanpa suara
