Seolah langit sedang bersorak
menyaksikan tingkah laku kita
sujud menjadi tanda kesombongan
kejam kini jadi hal yang biasa
Maka bumi bergetar tanpa henti
setelah keadilan berdiri, sinarnya redup tertutupi kebohongan
Di saat itu semua terjadi,
hari terhenti lalu membersihkan diri
Tag Puisi: kebenaran yang tersembunyi
-
Bumi yang Bergetar
-
Kota yang Terlupakan
Debu menggelinding di jalanan,
Seolah kisah terpendam menunggu,
Batu-batu tua berbisik lirih,
Menyimpan rahasia langkah-langkah kita.
Langit kelabu menatap sinis,
Papan reklame berkilau menipu,
Manusia berlari tanpa arah,
Menyembunyikan wajah di balik layar.
Hati ini terperangkap di sudut,
Haha… mungkin takut pada cermin.
Tiada harapan untuk kembali,
Segalanya terjerat dalam kesunyian.
Apakah ini hanya berita usang?
Ataukah memang akhir dari sebuah kisah.
