daun-daun bergetar lembut di tiup angin.
Dari balik reruntuhan batu, bunga mekar
: serangga berdesir
warna-warni sayapnya, kupu-kupu menari di udara.
Kuingin hujan reda, kuingin embun pagi jatuh ke tanah,
karena sinar menyentuh bumi maka tumbuh subur.
Di bawah langit cerah berhiaskan pelangi.
Didera angin dingin tubuh-tubuh lelah: ilalang.
O, Beringin yang menjulang tinggi, cabik langit kelabu.
Tak peduli akarnya terendam air, tegak berdiri.
Sang bulan menutup diri
: kesunyian datang berbisik
hamparan bukit mengapit aliran sungai,
bersemayam telaga biru temani sang bintang.
Di atas gelombang cahayanya bergetar,
(kurasa) mereka saling memandang, atau
: mungkin saja terjebak rindu
aku, ingin seperti mereka: cemburu.
Tag Puisi: keberanian dalam kesunyian
-
Senyum di Ujung Jalan
-
Kota Bayangan
Ada cerita tentang sebuah kota;
Yang tersembunyi di balik kabut tebal;
Dibalut oleh sinar rembulan;
Hanya ada dalam mimpi yang kelam;
Kuberanikan diri bertanya pada semesta;
Apakah itu para pemimpin bijaksana?
Konspirasi di balik tirani yang ada?
Ataukah Sang Pencipta?Lalu aku bertanya lagi siapa yang lebih bijak;
Apakah para penguasa berjiwa kelam?
Ataukah para cendekia yang terasing?
Ataukah para penipu yang berkuasa?
Sebab hidup mengajarkanku;
Untuk tidak menaruh harapan;
Seperti angin mengajarkanku;
Untuk tidak menggantungkan impian;“Karena kita hanya ingin meraih;
Apa yang ingin kita miliki;
Karena kita hanya ingin mengagumi;
Pada apa yang memikat hati;”
Kota bayangan, tempatku dilahirkan;
Apakah aku akan kembali padamu di akhir?
Air mataku mengalir untukmu;
Genggam aku lebih erat dalam kesedihanmu;
Dalam sunyi aku membara;
Menumbuhkan benih dendam kepada mereka;Pada para penguasa kota kita;
Kaum yang angkuh dan durhaka;
Patahkan saja kekuasaan mereka;
Tumpahkan saja ambisi mereka;
Namun apakah kota kita kelak akan damai?
Apakah kita tidak akan sama seperti mereka?
Manusia tidak bermain dadu;
Tidak juga bisa berhenti saling beradu;
Para pahlawan kota bayangan bisa pergi;
Namun semangatnya abadi selamanya.
-
Jejak di Pasir
Langit senja menyimpan cerita yang dalam
Gema langkah di pantai tak berujung
Air laut menampung harapan yang pudar
Tanpa suara, tanpa jejak yang terungkap
Ia menapaki jalan sunyi untuk merenung
Riuh ombak menghapus senyum di wajahnya
Berteriak saat malam menutupi cahaya
Bersujud bukan untuk kepentingannya sendiri
