Akar kehidupan,
Akar kehampaan,
Akar keindahan,
Jadilah rapuh,
Seperti ranting itu,
Menjadi patah dan tak berarti,
Ya Tuhan, ampunilah kami,
Tak mampu menjaga titipanMu,
Jadikanlah kami peka,
Seperti yang Musa dengan kaumnya,
Seperti Nuh dengan harapannya,
Jadikan kami hambaMu,
Pohon ini memang layu,
Tak seperti dulu,
Tak juga seperti ini,
Tapi kami, tetap ingin bersamamu,
Tag Puisi: kesadaran spiritual
-
Pohon yang Terluka
-
MENCARI CAHAYA DI KELAM
terlupa,
terabaikan,
apa yang tersisa dalam genggaman?
apa arti dari semua yang dikejar,
ke mana hati ini melangkah tanpa cahaya,
pertemuan? bukan pada harta dan rupa,
pertemuan pada takdir yang ditentukan Ilahi,
jiwa ini merana tanpa petunjuk yang bijak,
menangis hatiku dalam kesunyian,
aku ingin kembali kepada Sang Pencipta,
dengan hati yang penuh kerendahan,
dengan rasa tanpa rasa takut akan kehilangan,
kuatkah aku?
ketika hidup terjal dalam kesulitan?
semuanya berlari mengejar,
dendam, angkuh dan kesombongan,
berbagi pelajaran untuk saling menjatuhkan,
dihina, dicemooh, demi kepuasan melihat runtuh,
dunia, dunia membuat hatiku kering,
dunia membuatku tak percaya pada manusia,
aku ingin mengenal Sang Pencipta,
nafsu sering menggoda,
hingga aku memilih terlelap untuk melepaskan jiwa,
hingga aku bukan diriku,
agar aku dapat menemukanMu.
-
SUARA DARI JIWA
ciptakanlah nada yang lahir dari relung hatimu,
menyentuh jiwa-jiwa yang mendengar,
kata-katamu mengandung makna yang dalam,
sebuah lirik yang bersinar bagi yang terpuruk,
tanpa noda nafsu dan keruntuhan iman,
yang menyanjung tindakan kejam dan kebohongan,
yang memutuskan tali persaudaraan,
sungguh kata-kata itu bisa menjadi pedang dan juga embun pagi,
bisa membawa kepada ilusi dan mimpi,
bisa pula menjadi kesadaran umat untuk memahami hakikat hidup,
biarkan suaramu membangunkan mereka tentang keesaan Tuhan,
memuji segala keindahan ciptaan dengan rasa syukur,
bukan mengagungkan untuk menjadi penggila dunia,
gunakan syairmu untuk menegakkan kebenaran,
untuk menjunjung keadilan dan menyebarkan pesan bijak,
yang menyelamatkan kerusakan akal dan budi.
