Aku dan kesunyian hati
merasa jauh dari sinarmu
padahal kau begitu dekat dalam jiwa
beritahulah aku dengan segenap rasa
apa yang terpendam di dalam benakmu
bukan sekadar janji yang terucap
perhatikanlah aku dan kesunyian ini
menyimpan cinta dalam sepi
apakah hidupku hanya berisi kesedihan?
apakah hanya kesedihan yang mengisi hariku?
hanya ada kesedihan dalam hariku
apakah hidupku hanya kisah tentangmu?
apakah hanya kisah tentangmu yang menghuni jiwaku?
hanya ada kisah tentangmu dalam jiwaku
ambilah kesedihanku
sebagai teman dalam perjalananmu
biarkan diriku tenggelam dalam kesunyian
aku akan selalu mencintaimu
hingga akhir cerita hidupku
mintalah janji dengan sepenuh hati
maka akan kuberikan segenap jiwa ini
Tag Puisi: kesedihan yang mendalam
-
Aku dan Kesunyian Hati
-
Sisa Rindu
Di bawah langit kelam ini, suara angin berbisik,
Membuat jari-jariku bergetar ingin mengukir cerita,
Aliran rasa yang mengikuti denyut jantung,
Saat ia menari dalam kerinduan,
Coretan jiwa ini tak tertahan oleh kesedihan,
Bergetar tanpa henti,
Pikiran melayang dalam kesepian,
Di antara reruntuhan harapan yang terpendam,
‘Hai rasa yang mengganggu’ seruku,
Menanyakan apakah kau masih ada,
Namun tanpa jawaban, air mata menahan,
Emosi meluap melihat panggung kesedihan,
Aku terhenti di titik itu,
Lelah jiwa ini menulis cerita,
Takkan pernah menemukan cahaya,
Hanya menjadi debu di antara kenangan.
-
dalam pelukan malam
DALAM PELUKAN MALAM…!!!!!!!
Saat bintang berkelip,
Menggugah jiwa yang terlelap,
Hening suara angin berbisik,
Menggugah rasa akan kasih yang abadi,
Pelan-pelan cahaya menembus ruang,
Seolah tak ingin mengganggu rasa,
Tenang seolah dunia tak berputar,
Senyum bulan menyapa dengan lembut,
Namun saat cahaya menyentuh hati,
Nyata kehadirannya menggetarkan jiwa,
Tanpa diminta air mata jatuh,
Suasana sunyi seolah terkurung,
Di tempat yang tak pernah ku duga,
Pikiran seolah melayang jauh,
Alunan malam masih bergetar,
Tapi suara itu lebih kuat mengguncang rasa,
Mengapa!!!! Mengapa harus begini,
Keadaan ini membunuh harapan,
Aku melangkah memasuki ruang sunyi,
Suasana yang tak pernah ku impikan,
Keadaan yang paling ku takuti kini datang,
Sungguh..!!!benci, aku benci pada semua ini,
Mengapa kini saat mimpi hampir terwujud,
Segalanya bergerak seolah tanpa jiwa,
Ku tatap wajah lesu saudara,
Oh..tuhan apakah kasih,
Pada ibu, al-fatihah untukmu,
Pada ibu, insyaallah surga menantimu,
Pada ibu, yassin dan doa untukmu,
Pada ibu, cinta kami bersamamu,
Pada ibu, kami menyayangimu,
Pada ibu, kau kan selalu di ingatan,
Pada ibu, ku butuh maaf darimu,
Pada ibu, ku perlu kasih sayangmu,
Ibu, ibu, ibu……. al-fatihah untukmu,,,,
Ibu, ibu, ibu,,salam rindu ku kirim,
Dalam yassin dan doa yang terucap melalui
-
Menggapai Angin
Aku ingin merangkulmu,
Menyentuh setiap detak jiwamu,
Namun badai tak terduga,
Menghantam harap yang terpendam,
Rasa ini terjaga,
Seperti embun di pagi buta,
Tak mampu memberi arti,
Selalu terjebak,
Dan melayang dalam sepi.
-
Rindu di Ujung Senja
Di tepi laut,
Anak-anak berlarian,
Gelombang berbisik,
Saat perpisahan menjelang…Kami semua terdiam,
Air mata menetes,
Do’a mengalir lembut,
Menyusuri batas waktu…“Ya Tuhan,
Jarak ini menyesakkan,
Namun harapan takkan padam,
Satukan kembali jiwa yang terpisah,” amiin…
