di tengah hening pagi
yang selalu menyapaku..
dalam keraguan jiwa..
yang terperangkap dalam rasa.
aku terkurung oleh diriku
aku terjebak dalam kesepian.
terdengar bisu di antara cahaya..
ditemani sepinya hari
dengan kesedihan..
ku ingin raih harapan itu
harapan yang samar
harapan yang menjeratku..
harapan yang membuatku terbuai olehnya..
harapan yang telah ku jalin, dengan penuh usaha..
tetapi..
kenapa kau ambil semua dariku..
kenapa kau alihkan semua jalanku..
kenapa…
kenapa seolah kau tak peduli padaku.
teman.. impianku layu karenamu..
impian yang telah ku siram
dan tinggal menunggu mekarnya nanti..
ke manakah sahabatku yang dulu.
sahabat yang menuntunku..
menuju cita untuk bersinar.
namun kini, hanya tersisa
cita yang hampa.
Tag Puisi: kesepian yang mendalam
-
jeritan dalam sunyi
-
Jejak yang Terhapus
Kakinya adalah gelombang yang menghantam
Telinganya adalah deru angin yang menyesakkan
Yang selalu mengoyak jiwaku,
Senyumnya adalah bayang-bayang malam
Yang menyisakan rasa hampa di relung hati.
Tatapan matanya adalah langit mendung.
Dia membiarkan aku terperosok
Dalam samudera kesepian,
Dia pergi tanpa sepatah kata,
Meninggalkan jejak yang tak terhapus,
Dia begitu dingin dan jauh
Menjauhkan aku dari hangatnya cinta.
Ku relakan kau melangkah pergi
Menuju pelukan baru di sana, ku panjatkan
Semoga kau temukan bahagia di sana.
