Di bawah langit kelabu, tikar digulung pelan
jejak kaki tertinggal di tanah basah
kambing mengembik di kejauhan, suara sunyi
tawa dulu pernah mengisi udara
kini hanya suara angin berbisik
langkah-langkah menjauh, bayang-bayang
menyatu dengan malam yang panjang
Di sudut kota, lampu jalan berpendar
menghitung detik yang lambat berlalu
kurindu tawa yang berderai dulu
menutup cerita yang tak lagi baru
tertawa bersama, dalam kenangan
tikar gulung menyimpan sisa cerita
langit menatap kosong, malam dingin
hanya sepi yang setia menemani
di bawah langit yang sama, kita berbeda
dengan langkah kecil, waktu berjalan
mengiringi cerita yang tak terucap
senyum terselip di balik kenangan
tikar gulung, saksi bisu perjalanan
dalam diam, kita belajar melepas
tikar terlipat rapi, menyimpan banyak arti
suara kambing mengembik, jauh terdengar
mengisi ruang kosong yang ada
kenangan tawa, kini jadi hampa
di sudut kota, lampu mulai redup
bayangan melangkah ke arah baru
tanpa suara, tanpa kata, hanya senyap
