hujan kelabu di tengah sunyi,,
di tepian sungai aku menantimu,,
putih,,berkilau,,di antara dedaunan,,
awan di atasmu,,
kontras terasa,,
kau pun tersenyum,,
bergetar suara memanggilku,,
air matamu pun menetes di tanah,,
kerinduan oh,, kehangatan,,
disini akan kutumpahkan harapku,,
kugenggam lalu kutaburkan,,
berlutut dan berdoa,,
maka mimpi indahlah kau,,
esok kau pergi ditemani embun,,
malamnya aku menunggumu kembali,,
adakah pelangi yang indah untuk kita?
rupanya hanya hujan belaka,,
Tag Puisi: menanti seseorang yang dicintai
-
Di Ujung Hujan
-
secangkir teh harapan
Hangatnya menantimu seperti teh melati,
yang tak pernah tahu kapan ia akan mekar,
seperti dirimu yang tak kunjung bisa kulupakan,
tapi hanya menyisakan rasa pahit tanpa manisnya.
Senyummu bagaikan gula yang larut,
menyembunyikan kepahitan dari teh melati,
tapi menipu rasa,
keaslian cinta yang kau janjikan.
Aku ingin dirimu seperti teh hijau,
yang pasti tahu kapan ia akan bersinar,
dengan suhu yang sejuk namun pasti,
matang dan menawan.
Aku sang peracik yang akan menyajikan secangkir teh,
peneman jiwa kita berdua,
bercerita tentang keselarasan,
menjadi secangkir teh peneman hati yang sepi.
-
Bintang di Ujung Senja
Tahukah kau berapa lama ku menanti,
Bunga-bunga harapan di tepi lautan,
Dengan sinar kasih di ufuk senja,
Cahaya redup darimu bintang di ujung senja.
Adakah rasa lelah dalam penantian,
Dari jauh kita saling merindukan.
Bintang di ujung senja telah datang,
Menari bersamaku dalam hening malam.
-
Jejak yang Hilang
Di tengah malam ini, aku terjaga menantimu,
Di antara bintang-bintang, aku terperangkap dalam harap,
Di antara bayang bulan, aku menanti sinarmu,
Mengapa kau tak juga muncul,
Hingga aku bisa tertawa bersamamu,
Dan merasakan hangatnya hadirmu,
Mengapa kau hanya samar,
Hanya ada dalam mimpiku,
Aku hanya ingin dirimu,
Bukan jejak yang tersisa.
