Seperti kerikil biasa,,
Namun berkilau menawan,,
Hingga aku pun tertegun,,
Apa keistimewaannya?? Apa pesonanya??
Hingga yang lain pun mulai mengumpulkan,,
Mencari,, hingga menemukan,,
Setelah didapat,, dan mengaguminya,,
Menikmati,, seperti penjelajah di tepi pantai,,
Lalu kosong,, terabaikan begitu saja,,
Tak sadar dan terlupakan
Tag Puisi: mencari makna dalam hidup
-
Batu Berharga
-
Para Penjelajah
di tepi samudera
para penjelajah melangkah jauh
kadang mereka terjatuh ke dalam ombak dan bangkit lagi
menggapai bintang di langit yang bergetar
tapi mereka berujar
kami takkan tenggelam dalam lautan bintang
mereka bernyanyi sambil terjatuh dan bangkit lagi
di tepi samudera yang bergetar
mereka berhasil menggapai bintang
mereka menyimpan bintang
dan bintang menyimpan mereka
di tepi semuanya sunyi dan terjaga
-
Pohon yang Terluka
Akar kehidupan,
Akar kehampaan,
Akar keindahan,
Jadilah rapuh,
Seperti ranting itu,
Menjadi patah dan tak berarti,
Ya Tuhan, ampunilah kami,
Tak mampu menjaga titipanMu,
Jadikanlah kami peka,
Seperti yang Musa dengan kaumnya,
Seperti Nuh dengan harapannya,
Jadikan kami hambaMu,
Pohon ini memang layu,
Tak seperti dulu,
Tak juga seperti ini,
Tapi kami, tetap ingin bersamamu,
-
Di Ujung Rimba
Desir di hutan
Mengalir lembah, sunyi membentang
Rindang pepohonan, berbisik
Kerap kali mengusir rasa hampa
Lalu bagaimana hendak kutulis
Seribu jejak yang terukir
Sekadar goresan
Perih di hati dan jiwa
Awan menunduk
Mematahkan harapan yang berkelok
Saat baru terkejar cahaya pagi
Katanya
“Jangan sia-siakan setiap pelajaran
Tiada manis tanpa getirnya”
Muara dewasa pun tak henti bersuara
Menyeru ku kembali mengisi ruang
Katanya
“Kau masih belum siap
Dunia ini panggung tanpa bentuk”
Mahu tak mahu
Ku tetap penjelajah-Nya
Andai tak terduga bukan manusia
Selagi bernyawa, ku coba
Semua tantangan dan uji jiwa
Kan ada makna
Ku jala hikmah, menebar doa
Ku kail harapan, beban melekat
Ku tangkap bahagia, tersedak duka
Janji ku coba, janji ku uji
Setiap sukar dan sempurna
Selagi hati belum padam, selagi rasa bersemayam di dada, selagi jiwa mendamba cahaya, selagi jasad menuntut sejahtera, selagi hidup berlapis makna
Selagi itu,
Kau
Ku panggil yang Maha Kuasa
-
Keterasingan
Selalu begini,,
Apa yang kau cari,,ingin itu,,
Kau raih,,lalu kau jenuh,,
Ingin ini,, kau dapatkan lagi,,dan lagi-lagi kau jenuh,
Seperti burung yang terbang tanpa arah,,
Meluncur-luncur tak menentu,,
Hingga lelah,,
Sampai kapan kau terus begini,,
Hingga waktu menipis darimu,,
