Desir di hutan
Mengalir lembah, sunyi membentang
Rindang pepohonan, berbisik
Kerap kali mengusir rasa hampa
Lalu bagaimana hendak kutulis
Seribu jejak yang terukir
Sekadar goresan
Perih di hati dan jiwa
Awan menunduk
Mematahkan harapan yang berkelok
Saat baru terkejar cahaya pagi
Katanya
“Jangan sia-siakan setiap pelajaran
Tiada manis tanpa getirnya”
Muara dewasa pun tak henti bersuara
Menyeru ku kembali mengisi ruang
Katanya
“Kau masih belum siap
Dunia ini panggung tanpa bentuk”
Mahu tak mahu
Ku tetap penjelajah-Nya
Andai tak terduga bukan manusia
Selagi bernyawa, ku coba
Semua tantangan dan uji jiwa
Kan ada makna
Ku jala hikmah, menebar doa
Ku kail harapan, beban melekat
Ku tangkap bahagia, tersedak duka
Janji ku coba, janji ku uji
Setiap sukar dan sempurna
Selagi hati belum padam, selagi rasa bersemayam di dada, selagi jiwa mendamba cahaya, selagi jasad menuntut sejahtera, selagi hidup berlapis makna
Selagi itu,
Kau
Ku panggil yang Maha Kuasa
Tag Puisi: menemukan diri di alam
-
Di Ujung Rimba
