Di bawah papan nama toko yang pudar,
aku mendengar doa tanpa suara,
pesan yang tak sempat terucap,
terhapus dalam getir yang tenang.
Kata-kata tersangkut di ujung jari,
menyelinap di antara huruf yang gugur,
seperti daun-daun kering,
jatuh sebelum angin sempat meniup.
Di sudut jalan yang sunyi,
waktu berlalu tanpa tergesa,
membiarkan pesan yang hilang,
berbicara dalam diamnya sendiri.
