meski hanya sekali kita melangkah
saya sebut mereka sebagai bayang-bayang
karena mereka adalah saya dan dia yang terpisah
bukan kembar dalam satu jiwa yang sama
mungkin takdir yang membuat kita berpapasan
berulang kali dalam bentuk yang berbeda
mereka mungkin menemukan saya di sudut lain
atau saya dan dia dalam wujud yang lain
dalam pengalaman yang serupa
entah saat bintang-bintang bersinar
atau saat angin berbisik lembut
namun tak ada satu pun dari kita
yang bisa kembali ke titik itu lagi
jika itu indah, saya berharap
untuk terus datang tanpa batas waktu
pecahan kenangan yang tak ingin hilang
meski saat itu telah berlalu
jika itu pahit, seharusnya saya sudah terbiasa
dengan rasa getir yang mengajarkan
alam tak memberi kemudahan
meski kita pernah saling mengenal
jadi kenalilah dan kenalkanlah
saya, dia, mereka yang terhubung
dalam jejak yang tak pernah sama
namun selalu ada di antara kita.
