Embun pagi membawaku pada nostalgia
Menggugah rasa akan kisah yang hilang
Tersenyum mengingat kita yang pernah ada
Terkubur di antara terang sinar mentari
Runtuh dalam jiwa yang ku sembunyikan
Terdiam dalam heningku..
Masih kita yang terindah..
Masih nada lamamu yang merdu
Masih kerinduan itu menggelora
Masih senyummu, tatapanmu, suaramu
Masih kita..
Menyusuri kenangan..
Di tepi danau yang menyimpan cerita
Di antara dedaunan yang menyimpan rasa
Di tiupan angin yang membawamu pergi
Di pelukan hangat yang ku impikan
Di harapan akan kebersamaan
Cinta kah itu..?
Menyusuri kenangan..
Di penyesalan atas kepergianmu
Di hadirmu yang tak terwujud
Di kesedihan yang menanti
Di kekecewaan yang jatuh dalam hampa
Di tangisku yang mengingat kita
Di pilu yang lembut menggores lukaku
Seakan kau tak hargai kesetiaanku
Hingga pedihku ingin melupakan
Hingga aku berharap kita tak pernah ada
Tag Puisi: penyesalan yang mendalam
-
Menyusuri Kenangan
-
gelas yang terisi
Gelas yang terisi
Aku pernah terbuai oleh cahaya yang keliru
Terlena dalam manisnya janji yang palsu
Jauh dari hakikat embun pagi
Diri tak mendengar bisikan hati
Hati terperangkap dalam badai dunia
Sebuah gelas berhiaskan corak yang megah
Ia disuguhkan tanpa syarat
Namun, tak bijak akal seperti burung merak
Memilih antara emas dan debu
Kini..
Bagai benih yang merindukan hujan
Penyesalan kembali menjadi angin
Aku telah memilih
Jalanku mungkin tak sejalan dengan mereka
Jalanku mungkin tak seindah harapan
Aku pernah berada di waktu itu
Waktu ketika perahu tenggelam di tengah samudera
Tak lagi punya suara untuk sekadar berpamitan
Kini.. Tuhan bersahabat
Menghukum keras kekalahan jiwa
Sadar benar-benar sadar
Gelas terisi kembali dibungkus
Tetap dengan keindahannya
Sungguh tak terduga bunga harapan tumbuh kembali
