perjalanan hidup
-
Jejak di Pasir
jika aku berkelana lalu datang ombak pasang
pantai-pantai sepi, karang pun terbenam dalam gelombang
hanya suara debur hatimu, Ibu, yang terus menggema
bila aku berkelana
manisnya kue tradisionalmu dan kenangan masa kecilku
di jiwa ada embun pagi meneteskan rasa rindu
karena hutang budi padamu takkan pernah terbayar
Ibu adalah pelabuhan jiwaku
dan engkaulah yang mengantarkanku …
-
Jejak yang Hilang
Hingga malam ini aku masih bertanya,
Apa makna dari langkah ini,
Apakah aku seorang pejuang,
Atau sekadar pelintas waktu,
Atau mungkin hanya bayang-bayang,
Yang tak pernah terlihat,
Lalu bagaimana,
Apakah aku harus menjelajah,
Tapi untuk apa?
Semoga aku segera menemukan diriku yang sejati,
Amin.
-
Pertanyaan di Ujung Waktu
Ada lautan di sekelilingmu
Ada dirimu di kedalaman itu
Laksana ombak menggulung pasir
Begitulah harapan berganti kenyataan
Pernahkah kau kembali menghitung detikmu
Yang telah sirna tanpa ada satu suara pun yang mendengar?
Sudahkah kau kembali meneliti
Setiap langkah yang terlewatkan dalam hidup ini?
Kehidupan bukan sekadar penerimaan
Bukan pula sekadar pengabaian
Bukan hanya sekadar tawa …
-
Jejak Ibu
Tak mungkin kuarungi langkah ini sendiri
Tanpa bisik doa dan pelukan hangatmu
Yang menyapa pagi dalam sunyi
-
Di Ujung Senja
Dan pada akhirnya,
Takkan ada lagi lagu-lagu harap,
Menyadari kenyataan;
jika selama ini hanya berkelana dalam cahaya senja,
seseorang itu pergi menutup lembaran,
separuh jiwanya kini terbenam dalam bayang-bayang waktu,
dan separuhnya lagi menatap hari baru.
Aku adalah pelukis dan kau hanyalah warna pudar.
-
Pilihan di Persimpangan
Mengapa dunia penuh dengan jalan?
Jalan yang membingungkan untuk dipilih,
Jalan yang harus diambil hanya sekali.
Mengapa kita perlu memilih?
Walau terasa berat,
Seperti menjawab pertanyaan yang tak terjawab,
Jika kiri adalah senja dan kanan adalah fajar,
Apa yang harus kupilih?
Apakah kau tahu?
Pilihan hari ini akan membentuk aliran esok,
Hanya perlu mengerti,
Keputusan …
