Gelas yang terisi
Aku pernah terbuai oleh cahaya yang keliru
Terlena dalam manisnya janji yang palsu
Jauh dari hakikat embun pagi
Diri tak mendengar bisikan hati
Hati terperangkap dalam badai dunia
Sebuah gelas berhiaskan corak yang megah
Ia disuguhkan tanpa syarat
Namun, tak bijak akal seperti burung merak
Memilih antara emas dan debu
Kini..
Bagai benih yang merindukan hujan
Penyesalan kembali menjadi angin
Aku telah memilih
Jalanku mungkin tak sejalan dengan mereka
Jalanku mungkin tak seindah harapan
Aku pernah berada di waktu itu
Waktu ketika perahu tenggelam di tengah samudera
Tak lagi punya suara untuk sekadar berpamitan
Kini.. Tuhan bersahabat
Menghukum keras kekalahan jiwa
Sadar benar-benar sadar
Gelas terisi kembali dibungkus
Tetap dengan keindahannya
Sungguh tak terduga bunga harapan tumbuh kembali
Tag Puisi: perjalanan hidup yang berliku
-
gelas yang terisi
