Langkah menahan sinar, teratur di trotoar jauh
bayang mengalir perlahan di bawah kubah senyap
sisa suara petasan menggigit pinggir gelap
malam merapatkan batas pada lampu yang menua
udara menyimpan nama tanpa pelarian
Gerak tak lagi terburu, waktu seolah menawar bisu
jiwa merambat pelan sepanjang tembok terjaga
sudut-sudut kota menggenggam waktu seperti tanah basah
keraguan membentang, lentur tak patah
gelisah meniti jarak di sela tiang berdiri
Ada batas di ruang yang tak berbentuk
cahaya mengurai kemungkinan di telapak malam
setiap langkah terasa: jauh, tetap, dan berpaling
bunyi petasan larut, tak mengubah langit
aroma debu menegaskan lintasan sunyi
di antara lampu-lampu yang berpendar pelan
bayang samar terbias, mengulang satu arah
diam menunda arti, membiarkan lengang bersandar
segala garis berpencar tanpa isyarat kembali
hingga tak ada yang abadi selain perjalanan memanjanggg
