Gelas yang terisi
Aku pernah terbuai oleh cahaya yang keliru
Terlena dalam manisnya janji yang palsu
Jauh dari hakikat embun pagi
Diri tak mendengar bisikan hati
Hati terperangkap dalam badai dunia
Sebuah gelas berhiaskan corak yang megah
Ia disuguhkan tanpa syarat
Namun, tak bijak akal seperti burung merak
Memilih antara emas dan debu
Kini..
Bagai benih yang merindukan hujan
Penyesalan kembali menjadi angin
Aku telah memilih
Jalanku mungkin tak sejalan dengan mereka
Jalanku mungkin tak seindah harapan
Aku pernah berada di waktu itu
Waktu ketika perahu tenggelam di tengah samudera
Tak lagi punya suara untuk sekadar berpamitan
Kini.. Tuhan bersahabat
Menghukum keras kekalahan jiwa
Sadar benar-benar sadar
Gelas terisi kembali dibungkus
Tetap dengan keindahannya
Sungguh tak terduga bunga harapan tumbuh kembali
Tag Puisi: perjuangan menemukan diri
-
gelas yang terisi
-
Di Ujung Harapan
ketika jiwa ini terjebak,
tersisa hanya cahaya samar,
meski kecil,
namun Sang Pencipta menginginkan kita,
meski kita penuh noda,
Dia mengajak kita kembali,
menuju jalan yang terang,
jalan yang penuh kasih dan harapan.
-
Cahaya di Ujung Jalan
Kini aku sedikit lebih cerah,,
Itu ucapku,,,
Kini aku sedikit lebih tenang,,
Itu ucapku,,,
Kini aku sedikit lebih berani,,
Itu juga ucapku,,
Mungkin bukan suara orang lain,,,
Mungkin juga bukan bisikan sahabatku,,,
Kini,, aku seperti terjebak dalam kabut,,
Tebal,,, tapi tak tahu dari mana datangnya,,
Seperti embun yang tak kunjung menguap,,
Atau aku lukis saja,,
Agar bersinar,,, berkilau,,,
Dan,,
Semoga cahaya di hatiku bersinar,,
Kini untuk kesekian kalinya,,,
Aku berjanji,,
