Di tengah sunyi yang menyesakkan,
ku berharap aroma hangat menemani,
menyajikan cerita di atas cangkir,
agar ku bisa melupakan sejenak,
berbagi rasa pahit manis kehidupan ini.
Namun ku tak ingin terjebak dalam lamunan,
ku tuang secangkir kopi, ku aduk perlahan,
seperti mengalunkan melodi untuk jiwa,
ku nikmati setiap tetesnya,
seolah merayakan hidup yang ku jalani.
Angin malam yang dulu membuatku merindu,
sekarang terasa akrab seperti uap kopi,
menikmati secangkir di malam ini,
bagaikan bercerita dengan sahabat,
sekarang malamku tak sepi lagi,
karena ada kamu, oh kopi kesayanganku.
Tag Puisi: pertemanan dalam kesunyian
-
Kopi dan Kesunyian
