Jika kau ingin ku sambut kembali
Dengan sepenuh jiwa
Aku masih terjaga sendiri
Kau bukan lagi yang pernah ada
Seperti embun pagi yang telah sirna
Jangan ragu! Tentang kita dengan berani
Jika kau ingin ku sambut kembali
Untukku sendiri namun
Dengan bayang-bayang, aku enggan berbagi.
Tag Puisi: pertemuan yang penuh harapan
-
Menyambut Angin Baru
-
Senyum di Ujung Jalan
daun-daun bergetar lembut di tiup angin.
Dari balik reruntuhan batu, bunga mekar
: serangga berdesir
warna-warni sayapnya, kupu-kupu menari di udara.
Kuingin hujan reda, kuingin embun pagi jatuh ke tanah,
karena sinar menyentuh bumi maka tumbuh subur.
Di bawah langit cerah berhiaskan pelangi.
Didera angin dingin tubuh-tubuh lelah: ilalang.
O, Beringin yang menjulang tinggi, cabik langit kelabu.
Tak peduli akarnya terendam air, tegak berdiri.
Sang bulan menutup diri
: kesunyian datang berbisik
hamparan bukit mengapit aliran sungai,
bersemayam telaga biru temani sang bintang.
Di atas gelombang cahayanya bergetar,
(kurasa) mereka saling memandang, atau
: mungkin saja terjebak rindu
aku, ingin seperti mereka: cemburu.
-
Sore di Tepi Laut
Di suatu senja di pinggir laut yang tenang,
Seorang ayah duduk menatap ombak yang berkejaran,
Kedua tangannya terangkat, basah oleh harapan,
Basah oleh air mata yang tak kunjung surut,
“Wahai ayah, mengapa wajahmu muram?”
Tanya seorang pemuda dengan suara lembut,
“Bukankah kita telah bersatu kembali?”
Sahutnya sambil mendekat,
“Anakku, ayah sungguh menyayangimu,”
Dengan nada berat ia mulai bercerita
…
Pemuda itu sejenak tersenyum,
“Ayah, ketahuilah, aku akan selalu ada,
sebagai jiwa yang tulus,”
“Lakukanlah jika Tuhan menghendaki,”
“Jika ibunda bertanya,”
“Katakanlah, kita akan bertemu di surga,”
Dengan gemetar sekuatnya,
Mata terpejam penuh harapan,
Buah hati yang dulu dipeluk,
Kini terbaring menanti panggilan,
Bismillahirrahmanirrahim…
Sedetik kemudian, dari balik ombak,
“Ayah,”
Isak tangis tak tertahan,
Mereka berpelukan seerat-eratnya.
Allahu Akbar,
Allahu Akbar,
Allahu Akbar,
Laaaaailahailallahu, Allahu Akbar,
Allahu Akbar walillailham.
-
Malam di Tepi Laut
Di tepi laut, perempuan itu terlelap,
ombak ombak berbisik lembut,
bulan menggantung di langit, bersinar,
aku menggigil menanti, menatap,
ketika cahaya bulan menyentuh wajahmu,
kau terbangun,
sungguh menawan,
namun kenapa kau terbuai di pasir,
sungguh ku ingin membawamu jauh,
dari dingin malam yang menyelimuti,
agar kau merasa hangat dan terjaga,
-
Ruang yang Terbuka
Kemana langkah ini harus melangkah
Saat harapan tak kunjung menyapa
Kemana rasa ini harus berlabuh
Saat impian terhalang oleh sunyi
Akankah jiwa ini terus terasing?
Akankah kasih ini terbuang sia-sia?
Jangan patahkan jiwa ini
Walau jiwa bisa mengobati luka
Jangan redupkan cahaya ini
Walau cahaya tahu jalan pulang
Beri kesempatan untuk jiwa ini
Beri sambutan untuk jiwa ini
Beri kebebasan untuk jiwa ini
Agar jiwa dan jiwa saling mengisi
Dimana jiwaku dan jiwamu
Menyusun satu kisah
Menyatukan serpihan-serpihan
Menjadi dua jiwa yang utuh
-
Gema di Antara Bintang
Di langit malam berkilau cahaya,
Berserakan harapan di antara bintang,
Tinggallah disini, sahabat jiwa,
Walau rindu menuntut kita terbang tanpa batas.
