Dari balik jendela, kulihat
anak-anak berlarian
suara mereka
mengisi senja
seperti TV yang menyala
menyuarakan keramaian
mengusir letih yang menari.
Menyalakan TV, hanya untuk
mendengar suara
yang tak kukenal
mengisi ruang kosong
dengan irama napas
yang terus bertahan
biarkan waktu berbicara.
