puisi tentang harapan samar
-
Kain Sarung di Kursi Plastik
Pagi merayap dalam kesunyian,
pintu terkunci dengan pelan.
Kain sarung terkulai di kursi plastik,
menyisakan jejak malam yang pergi.
Seolah berbicara pada sepi,
menggenggam manis yang menipu.Rumah ini menyimpan cerita,
di antara jendela yang tertutup.
Langit pagi terlalu biru,
menyembunyikan getir di ujungnya.
Kau tahu, rasa tak harus selesai.Kursi plastik berdiri sendiri,
seperti …
-
Kaleng Biskuit di Stasiun
Di balik suara kereta yang menjauh
seorang ibu berkisah tentang pagi
dan kaleng biskuit bekas di tangannyaMemecah sunyi dengan benang pengharapan
menjahit waktu yang tak pernah tiba
menemukan cara untuk merelakan
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Dalam mimpi, aku duduk termenung
menyeruput kopi yang sudah dingin
sebelum subuh datang menyapa pagi.
Asbak penuh abu rokok di meja,
seakan menertawakan janji yang tertinggal,
di antara kepulan asap dan kenangan.Langit gelap masih enggan berganti warna,
seperti hatiku yang menanti keikhlasan.
Kopi pahit ini mencatat cerita
tentang malam yang tak kunjung berakhir,
dan …
-
Balon di Langit Senja
Di bawah langit senja, balon melayang
Terlepas dari genggaman, terbang jauh
Doa terselip di antara angin
Menyapa dalam bisik yang raguSuara kipas angin berdecit pelan
Seolah merangkai harap yang samar
Di sela hembusan angin malam
Kita bertukar cerita dalam heningSeperti balon yang tak kembali
Ada kenangan yang mengudara
Melayang di antara bintang
Mencari …
-
Langkah di Depan Pintu
Di depan pintu, langkah berhenti,
sendal jepit tergeletak sunyi.
Aku menunggu, harap yang samar,
menghitung detik yang tak kunjung tiba…
seperti menanti hujan di musim kemarau.Dari masa depan, aku tersenyum,
melihat diriku yang dulu menanti.
Tak ada yang datang, tapi ada yang pergi,
ketenangan hadir di tengah ketidakpastian.
Seperti malam yang menemukan pagi.
