puisi tentang hujan dan kenangan
-
Gerimis di Atap Parkir
gerimis turun pelan di atap parkir
kabel listrik melintang di udara
mengingatkan catatan lama yang terlupaaku berdiri di kejauhan, menatap
seperti membaca kembali cerita usang
di antara derai air yang jatuhrasa ingin tahu merayap pelan
menyentuh getir yang tertinggal
penyesalan, bagian dari tumbuh
-
Genteng Bocor dan Laptop Terbuka
Suara tetesan dari genteng bocor,
mengisi ember dengan ritme lambat.
Di sudut ruangan, laptop menyala,
tak sempat disimpan, hanya tertutup,
seperti percakapan yang tak terjawab.
Mendengar tanpa ikut bicara,
ada rasa yang tak perlu dijelaskan.Tetap saja, malam ini diam,
mengantar kita pada jeda panjang.
Di luar, hujan tak berhenti,
membuat kita berpikir ulang.
Cinta, …
-
Hujan di Jendela Bus
Hujan turun… turun lagi
Membasahi kaca jendela bus ini
Embun menari di permukaan
Menyembunyikan pohon ketapang di depan rumahKota berlalu… berlalu pergi
Harapan tersisa di setiap tetesan
Jalanan panjang tanpa ujung
Membawa mimpi yang tak kunjung tibaMenanti waktu… waktu berlalu
Menerima setiap detik yang hilang
Menjadi bagian dari hujan
Membiarkan diri hanyut dalam …
-
Atap Seng di Kala Hujan
Di bawah atap seng, hujan berbisik
Mengetuk-ngetuk, mengisi ruang sunyi
Seperti pesanmu yang tak kunjung datang
Aku menatap layar, berharap ada jawaban
Tapi hanya ada suara hujan, menari di atap
Mengingatkanku pada tatapanmu yang dulu
Saat kita saling melihat, saling merasaRintik-rintik jatuh, menggantikan kata-kata
Nada berubah saat citra berganti
Seolah menegur, mengingatkan kembali
Bahwa …
-
Gerimis di Atap Parkir
Gerimis jatuh, tumpah di atap parkir
membawa suara yang tak pernah kau jawab.
Kursi tunggu di puskesmas sepi,
menjadi saksi setia percakapan diam.
Aku duduk, menunggu kata yang tak datang.
Hanya bunyi hujan menemaniku,
mengisi ruang kosong di hati.Setiap tetes membawa kenangan,
tentang kata yang tak pernah terucap.
Aku kirimkan pesan lewat rintik,
mencari …
