puisi tentang hujan menyembuhkan
-
Papan Nama Toko yang Pudar
Hujan pertama mengetuk atap,
mengalir dalam doa tanpa nama,
membawa aroma tanah yang bangun.Di bawah papan nama toko yang pudar,
suara air mengisi celah-celah sunyi,
seperti bisikan yang terlupakan.Kemarau menyimpan cerita lama,
sekarang terhapus perlahan,
oleh tetes air yang tak bertanya.Namun cinta, tidak menjawab,
hanya membiarkan hujan
membasuh luka yang tak terlihat.
