Di bawah langit kelabu sebelum fajar,
aku berdiri di peron yang dingin,
kain sarung terhampar di kursi plastik,
mendengar kereta datang dari kejauhan,
dengan pikiran melayang di antara rel,
berharap engkau mengerti,
dalam kebingungan yang tak terucap
Kereta melaju membawa cerita kita,
meninggalkan jejak suara yang samar,
aku menyimak dunia berlalu,
tanpa menyentuhnya, hanya merasakannya,
di sela kebosanan yang membingungkan,
aku temukan makna dalam sunyi,
seperti kain sarung yang tetap di sana
