Menggigil di bawah lampu temaram,
menggigil menunggu secangkir hangat.
Di meja, kaleng biskuit bekas,
jadi saksi bisu percakapan malam.
Ada jahitan yang tertinggal,
seperti cerita yang belum selesai,
menanti disentuh tangan baru.
Bulan bersembunyi di balik awan,
bulan menolak hadirkan cahaya.
Kopi datang menggoda hidung,
dalam jeda, aku merasakan,
kehadiranmu yang tak pernah nyata,
namun hangat mengisi celah,
mengakui dingin adalah keberanian.
