Di balkon kosong ini, angin berbisik
mengangkat rambut, menyentuh pipi
seolah memanggil namamu,
yang tak lagi menjawab,
diam
Warung kopi di bawah sana
dipenuhi tawa dan gelak
sementara aku menunggu
suara yang tak pernah
datang
Bebas, aku terbang bersama angin
namun tetap merindukan
ikatan yang dulu erat
bahagia tak selalu
utuh
