Di ruang kerja yang pengap, aku bicara
kepada ketapang yang diam di luar jendela
angin berbisik melintasi daun-daunmu
mengantar cerita dari dunia yang bising
sementara aku mengembuskan napas lelah
pada layar yang terus menyala tanpa henti
menantikan akhir dari hari yang panjang
Ketapang, bisakah kau dengar suara hatiku
yang tenggelam di antara ketukan keyboard
seperti hujan yang jatuh di tengah kemarau
kau berdiri tegak, menantang dunia
sementara aku terjebak di dalam ruangan ini
merindukan angin yang menyapu wajahku
dan aroma tanah basah di kaki akar-akarmu
Di akhir hari, saat langit mulai pudar
dan cahaya lampu menggantikan mentari
aku temukan secercah harapan di matamu
yang memantul dari gemerlap dedaunan
seolah mengingatkan bahwa kelelahan ini
adalah bagian dari perjalanan panjang
menuju cahaya yang tak pernah padam
