puisi tentang kenangan yang abadi
-
Kain Sarung di Kursi Plastik
Pintu berderit di pagi yang terlalu sepi
menyusup angin dingin ke dalam
menggoyang kain sarung di kursi plastik
mengabarkan hari yang akan dimulai
tanpa suara, hanya detak jam dinding
yang berusaha memecah keheningan
seperti kisah lama yang diulangLangkah kaki menuju pintu depan
mengunci rapat, seolah menahan
semua yang pernah ada di dalam
dalam rumah …
