puisi tentang kenangan yang tersisa
-
Ashtray by the Door
Footsteps pause before the wooden frame,
a hesitant dance on worn-out tiles.
The air thickens with unsaid words,
as the ashtray overflows with yesterday's smoke.
A quiet observer, I watch the scene unfold,
seeking honesty, not beauty in the pause,
wondering what truths linger in silence…The door remains shut, a silent witness,
to the …
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Sepi di dapur, kursi kayu berderit
Kopi dingin menunggu di meja
Suara anak-anak main petak umpet
Di luar jendela yang terbuka
Mengenang catatan lama yang usangTinta pudar, kata-kata tertinggal
Menyeruput masa lalu yang pahit
Dari kejauhan, rasa ingin tahu
Menyapa pagi yang belum tiba
Satu halaman tanpa ceritaSuara riang di kejauhan terusik
Membawa …
-
Flickering Streetlight
Under the flickering streetlight's gaze,
we wander through echoes of wrong turns,
each step a question, each pause a sigh,
the night air heavy with unspoken words,
as harsh sounds clash with soft whispers.Your eyes search for signs in the dark,
while I sense the weight of our silence,
the city's hum a distant, …
-
Gelang di Bawah Tempat Tidur
di bawah tempat tidur, gelang kecil terselip,
suara anak-anak bermain petak umpet,
mengisi ruang yang dulu hangat,
sekarang dingin namun berusaha ramah,
menyambut keheningan yang menetapaku meraih kenangan, tak berbisik,
gelang itu mengingatkan, tanpa janji,
bahwa rindu, bagai angin,
tak perlu kembali ke asalnya,
cukup mengisi ruang kosong dengan tenang
