Suara tetesan dari genteng bocor,
mengisi ember dengan ritme lambat.
Di sudut ruangan, laptop menyala,
tak sempat disimpan, hanya tertutup,
seperti percakapan yang tak terjawab.
Mendengar tanpa ikut bicara,
ada rasa yang tak perlu dijelaskan.
Tetap saja, malam ini diam,
mengantar kita pada jeda panjang.
Di luar, hujan tak berhenti,
membuat kita berpikir ulang.
Cinta, kita sadari, bukanlah jawabannya.
Mungkin hanya hujan yang setia,
menemani dalam kesunyian ini.
