puisi tentang keseharian yang dalam
-
Alarm yang Terabaikan
suara alarm menggema, seperti ingatan
terpotong di pagi buta
aku mendengarnya, bisikan pelan
mengajak bangkit dari sela mimpi
tapi jari mematikannya tanpa ragudi luar, warung kopi pinggir jalan
mengundang dengan aroma yang akrab
seperti percakapan yang belum usai
aku duduk, menghirup pagi
dan mendengar diri ini bicarasetiap tegukan, mengingatkan pada
janji-janji yang tertunda
…
