puisi tentang kesepian lembut
-
Angin Sore di Balkon
Di balkon kosong ini, angin berbisik
mengangkat rambut, menyentuh pipi
seolah memanggil namamu,
yang tak lagi menjawab,
diamWarung kopi di bawah sana
dipenuhi tawa dan gelak
sementara aku menunggu
suara yang tak pernah
datangBebas, aku terbang bersama angin
namun tetap merindukan
ikatan yang dulu erat
bahagia tak selalu
utuh
