Di ruang dingin, waktu melambat,
papan nama toko di seberang, pudar,
seorang pria menunggu, tenang,
pikirannya melayang pada hasil.
Tanda-tanda tua di dinding,
memberi isyarat masa lalu yang hilang,
cinta tak lagi jadi jawaban,
hanya sisa-sisa harapan yang tersisa.
