The door remains closed,
like a stubborn silence,
waiting in the air.
The ashtray brims,
with whispers unsaid,
finding peace in uncertainty.
The door remains closed,
like a stubborn silence,
waiting in the air.
The ashtray brims,
with whispers unsaid,
finding peace in uncertainty.
Kucing hitam itu berlalu di jalanan sepi,
aku memandang dari jendela yang tinggi,
langit merah muda merangkak pelan,
suara adzan magrib memanggil dari kejauhan,
seolah mengingatkan pada batas waktu,
tapi kucing itu terus berjalan tanpa ragu
Di balik tirai, harapanku mengintip,
kucing itu menoleh, sejenak berhenti,
lalu melanjutkan langkahnya,
aku tersenyum, paham akhirnya,
tidak semua harus pulang,
tidak semua harus dimenangkan
