puisi tentang luka terdalam
-
Kopi Dingin Sebelum Subuh
Di meja kecil, kopi menunggu
dingin, seperti pagi yang malas
aroma deterjen dari laundry kiloan
menggantung di udara, menyapa hidung
mata berat, tapi pikiran berkelana
menyusuri jalan kenangan yang samarSeruput pertama, getir dan hambar
seperti cerita yang tak tersampaikan
raut lelah di cermin, tak berbohong
tapi ada ketenangan dalam rutinitas
satu tarikan napas, satu …
