puisi tentang mendengar tanpa menjawab
-
Undangan di Laci Kayu
Di balik suara anak-anak bermain petak umpet,
undangan terlipat rapi di sudut laci,
menyimpan percakapan yang tak terucap.Kertasnya masih putih, bersih tak ternoda,
seperti harapan yang dulu kita rajut,
tapi diam membisu dalam kesedihan.Suara tawa mereka menembus dinding,
mengingatkan kita akan janji yang hilang,
lalu kita tertawa, menertawakan luka.
