puisi tentang menerima kekosongan
-
Kaleng Biskuit di Pagi Sepi
Pagi menguap di balik jendela,
angin dingin mengetuk lembut,
tangan meraba kunci,
mengunci pintu rumah,
seolah menutup rasa sepi.
Kaleng biskuit usang di meja,
menyimpan benang-benang harapan.Di ruang tamu, kursi tua berderit,
mengisahkan cerita yang tak terucap.
Gemetar menolak selimut,
gemericik air dari keran bocor,
mengisi celah keheningan pagi.
Langit kelabu menggantung,
menunggu matahari …
-
Pagi dan Pintu Terkunci
Pintu berderit pelan, pagi terdiam,
Langit masih pucat, seolah enggan bicara,
Jendela menatap kosong, menanti motor lewat,
Udara dingin menyusup, tanpa undangan,
Langkah kaki di lantai, meraba sunyi,
Kunci berputar, suara kecil yang tegas,
Menyimpan cerita dalam ruang tertutup.Dinding-dinding berbisik, tanpa suara,
Daun-daun bergetar, mengingat angin,
Ada rasa takut, mengintip dari sudut,
Seperti pagi …
-
Tikar di Ruang Tamu
kursi-kursi kembali sunyi,
seperti tikar yang digelar,
dengan cerita yang tertinggal di sela anyaman.
suara tamu perlahan menguap,
menyisakan hanya detak jam dinding,
dan napas malam yang panjang.
aku menatap lantai, mencari jejak yang tertinggal.tikar tersusun rapi,
seperti mengingatkan tentang hari yang berlalu.
setiap sudut menyimpan sisa tawa,
yang kini berbisik dalam sunyi.
aku …
