puisi tentang menerima kepergian
-
Asbak Penuh Kenangan
di sudut kamar, jaketmu tergantung
seolah menanti tubuh yang tak pernah datang
asbak penuh abu rokok, saksi bisu
setiap helai asap membawa rasa
marah yang terpendam dalam diam
menyala seperti bara yang padamaku berbicara pada ruang kosong
menggenggam sisa-sisa percakapan kita
setiap kata terasa berat
seperti batu yang mengikat
di balik senyum, ada luka
…
-
Gelang di Bawah Tempat Tidur
di bawah tempat tidur, gelang kecil terselip,
suara anak-anak bermain petak umpet,
mengisi ruang yang dulu hangat,
sekarang dingin namun berusaha ramah,
menyambut keheningan yang menetapaku meraih kenangan, tak berbisik,
gelang itu mengingatkan, tanpa janji,
bahwa rindu, bagai angin,
tak perlu kembali ke asalnya,
cukup mengisi ruang kosong dengan tenang
