puisi tentang menerima penyesalan
-
Angin Sore di Balkon
Sore tiba, angin berbisik pelan,
pelan di balkon kosong,
kosong tanpa suara, hanya sendal jepit,
jepit di dekat pintu, menunggu,
menunggu kembalimu dalam doa,
doa yang kuucap hati-hati,
hati-hati seolah takut bicara.Bersama angin, kutitipkan pesan,
pesan yang pernah tertahan,
tertahan di udara malam,
malam yang diam, menyimpan cerita,
cerita penyesalan yang berulang,
berulang namun …
-
Leftovers Under Tin Roof
The clatter of forks echoes
against the tin roof, rain
drumming a solitary tune.
Eyes from across the street
catch the flicker of my hands,
wrapping remnants of dinner
in a quiet ritual.At the window, the gaze lingers,
in the reflection, a question
unspoken, yet understood.
Regret, like the rain, falls softly,
dissolving into …
-
Ember Air di Kamar
Alarm berdering, sunyi mengisi ruang
Cahaya pagi mengintip di balik tirai
ember air penuh, diam menunggu
menghapus sisa mimpi yang tertinggalMematikannya kembali, tenggelam dalam selimut
Detik-detik berlalu, waktu yang tak terburu
menyadari, dalam keraguan ada damai
bahwa penyesalan juga bagian dari tumbuh
