puisi tentang menunggu dengan harap
-
Lorong dan Papan Nama Pudar
Di lorong kantor yang sepi, aku menunggu,
kursi-kursi berderet, kosong dan dingin,
detak jam terdengar jelas, memecah sunyi,
papan nama toko di seberang, pudar warnanya,
seperti cerita lama yang nyaris terlupaLangit-langit putih, menatapku tanpa ekspresi,
detik melambat, menggantung di udara,
sepatu-sepatu berlalu, meninggalkan jejak samar,
pintu tertutup rapat, menyimpan rahasia,
aku menanti, mencari makna …
