Di meja, kaleng biskuit bekas menganga
Tempat jarum dan benang berserakan
Mengisi hari-hari yang terasa panjang
Seperti napas yang kutarik perlahan
Sebelum suara telepon memecah sunyi
Mengulang kata yang pernah terucap
Tapi kini rasanya berbeda
Kata orang, hidup ini memang tak mudah
Seperti benang kusut yang harus diurai
Namun di sela keruwetan itu, ada senyum
Yang kadang tersembunyi di balik jahitan
Aku mendengarnya lagi, suara di telepon
Mengulang pesan yang pernah kukenal
Kini dengan nada yang lebih bisa kuterima
Sepotong sore menyelinap di jendela
Menemani langkah menuju meja kerja
Di sana, kaleng biskuit tetap setia
Menjadi saksi bisu percakapan panjang
Aku tersenyum kecil, mengingat pesan
Yang sering kali tak terpahami dulu
Kini hadir dalam keheningan yang manis
Di balik suara yang sering terabaikan
Ada makna yang perlahan kutemukan
Seperti benang yang terjalin di kaleng tua
Pahit yang dulu menyakitkan, kini bisa diterima
Aku menarik napas, menjawab telepon
Dengan hati yang lebih tenang, lebih paham
Bahwa kebosanan pun bisa punya makna
